Tampilkan postingan dengan label Mulut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mulut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

10 Kesalahan Menyikat Gigi Yang Harus Dihindari

10 Kesalahan Saat Menyikat Gigi - Bagaimana kebiasaan Anda menyikat gigi ? Sudah melakukan saran dokter untuk menyikat gigi minimal 2 kali dalam sehari? Tak lupa menyikat lidah pula? Ya, Anda bisa saja percaya diri sudah membersihkan gigi dengan baik dan sesuai aturan.

Tetapi kadang, ada saatnya Anda lalai dan menganggap hal-hal sepele tidak akan bermasalah pada gigi kuat Anda. Padahal, hal-hal kecil pun bisa mendatangkan masalah di seputar mulut. Apa sajakah ?


 

10 Kesalahan Menyikat Gigi Yang Harus Dihindari :

1. Tidak Menggunakan Sikat Gigi yang Tepat

Jika Anda perhatikan, ada berbagai ukuran sikat gigi ada banyak ragamnya. Richard H Price, DMD, penasihat American Dental Association (ADA) mengatakan, “Jika Anda harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar untuk Anda. Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat Anda memegang garpu saat makan. Semakin nyaman sikat gigi Anda, makin sering Anda akan menggunakannya dengan benar.”

2. Memilih Bulu Sikat yang Salah

Ada beberapa tipe sikat pada sikat gigi. Ada yang memiliki sudut menyempit, ada yang rata, ada yang pakai karet. Apakah ada satu tipe yang lebih baik? Menurut para dokter gigi di WebMD, tak ada pengaruh lebih. Tampaknya, yang lebih penting adalah teknik membersihkannya ketimbang bentuk sikatnya. Para dokter gigi ADA menyarankan agar memilih sikat yang lembut, jangan yang kasar atau kaku karena bisa merusak/menyakiti gusi. Carilah bulu sikat yang cukup kaku untuk mengangkat plak, tetapi tidak cukup kuat untuk merusak gigi.

3. Kurang Sering atau Kurang Lama

Selama ini kita disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 kali sehari. Namun menurut para dokter di WebMD, tiga kali dalam sehari adalah yang terbaik. Ketika jarak waktu menyikat gigi terlalu jauh, plak bakteri akan menumpuk, bisa membuat radang gusi dan masalah lain pada mulut. Disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 menit setiap kali, akan lebih baik lagi jika dilakukan selama 3 menit. Angka waktu tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, namun dipatok agar kita bisa mempunyai waktu yang cukup untuk membersihkan permukaan gigi.

4. Menyikat Gigi Terlalu Keras atau Terlalu Sering

Seperti disebutkan, menyikat gigi 3 kali dalam sehari memang ideal. Namun, jika terlalu sering, bisa jadi kompulsif. Terlalu sering menyikat gigi, misal 4 kali dalam sehari, bisa membuat akar gigi teriritasi dan menyakiti gusi. Menyikat terlalu keras juga bisa merusak enamel (lapisan teratas gigi). Cara terbaik adalah menyikat gigi secara perlahan dan lembut selama 2-3 menit.

5. Tidak Menyikat dengan Benar

Buat sudut 45 derajat dari garis gusi dan buat gerakan pendek-pendek saat menyikat. Gerakan menyikat panjang di sepanjang garis gusi bisa menyebabkan abrasi pada gusi. Sikatlah perlahan ke arah atas dan bawah dari gigi, jangan dengan gerakan menyamping pada gigi. Buat gerakan sirkular vertikal, jangan horizontal. Lakukan pada bagian permukaan gigi bagian depan, belakang, atas dan bawah serta pada lidah.

6. Selalu Memulai Pada Titik yang Sama

Kebanyakan orang akan memulai pada titik yang sama setiap kali akan mulai menyikat gigi. “Mulailah di tempat-tempat yang berbeda supaya Anda tidak menjadi ‘malas’ untuk membersihkan titik yang lainnya. Jika Anda memulai di titik yang sama, Anda cenderung semangat di titik tersebut, kemudian malas membersihkan di titik yang terakhir,” jelas Price.

7. Melewatkan Bagian Dalam Gigi

Kebanyakan orang ternyata sering kali lupa membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah. Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat. Titik yang paling sering dilupakan untuk dibersihkan adalah pada bagian dalam gigi depan.

8. Kurang Bersih Membilas

Bakteri bisa tumbuh pada sikat gigi yang lupa dibersihkan. Jika ini terjadi, bakteri tersebut bisa tumbuh dan kembali hinggap pada mulut Anda di sesi penyikatan berikutnya. Bersihkan sikat gigi setelah Anda menggunakannya dan pastikan tak ada yang menyangkut atau pasta gigi yang tersisa.

9. Membiarkan Sikat Gigi dalam Keadaan Basah


Anda pasti sudah tahu bahwa bakteri senang hidup dalam kondisi lembab. Sikat gigi yang basah dan lembab pun akan menjadi tempat favorit bakteri. Tak hanya itu, sikat gigi yang lembab akan merusak bulu sikatnya jika dibiarkan begitu saja. Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering. Biarkan kering, baru tutup dengan tutupnya.

10. Tidak Mengganti Sikat Gigi Cukup Sering

Ada yang merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi setelah 3-4 bulan pemakaian atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak. Ketimbang Anda mematok waktu, perhatikan sikat gigi Anda. Saat ini sudah ada sikat gigi yang bulunya diberikan penanda warna. Saat warna memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti. Atau ketika Anda menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segera ganti.


Rabu, 11 Januari 2017

10 Cara Menghilangkan Karang Gigi Sendiri Tanpa Harus ke Dokter

Cara Alami Menghilangkan Karang Gigi - Gigi yang putih, serta dan berkilau tanpa karang gigi merupakan keinginan semua orang. Karang gigi banyak memberikan efek kurang baik, selain meyebabkan gigi nampak jelek juga memberikan efek gusi berdarah serta memberikan bau tidak sedap pada mulut anda. Sebab karang gigi merupakan sarang kuman. Dari hal tersebut dapat membuat kepercayaan diri anda berkurang, utamanya bagi anda yang bekerja dengan orang banyak.

Hampir sebagian besar orang memiliki karang gigi di mulutnya dengan tingkat keparahan yang berbeda. Sampai saat ini karang gigi merupakan penyebab kedua terbesar hilangnya gigi setelah karies (gigi berlubang). Karang gigi menjadi tempat melekatnya bakteri.


Makanya banyak orang yang ingin mengetahui Cara Menghilangkan Karang Gigi dengan cepat dan tanpa rasa sakit tentunya. Pada karang gigi yang semakin menebal akan menjadi sarang kuman. Menurut penelitian oleh beberapa pakar kesehatan dunia, masalah karang gigi ini dapat memicu terjadinya penyakit jantung makanya mari kita ikuti Cara Menghilangkan Karang Gigi Sendiri Tanpa Harus ke Dokter yang kami berikan sebagai berikut.

Berikut 10 Cara Menghilangkan dan Membersihkan Karang gigi:


1. Perbaiki cara membersihkan gigi

Menyikat gigi dengan benar minimal dua kali sehari. Bagian gusi juga mesti kita bersihkan. Gusi bagian atas dengan menggosoknya ke arah atas ke bawah, sedangkan untuk gusi rahang bawah dari arah bawah ke atas. Baca : Kesalahan Saat Anda Menyikat Gigi.

2. Biji asam kawak

Biji asam kawak bisa kita gunakan untuk menghilangkan karang gigi. Caranya sangrai biji asam kawak, kemudian haluskan dengan cara diblender atau ditumbuk. Bubuk dari biji asam kawak bisa kita gunakan untuk menggosok karang gigi dengan bantuan sikat gigi atau kapas.

3. Cengkeh

Cengkeh juga bisa kita gunakan untuk membersihkan karang gigi. Siapkan cengkeh sebanyak 7 buah. Tumbuk halus dan hasilnya kita gunakan untuk menggosok karang gigi. Bubuk cengkeh ini bisa pula kita gunakan untuk berkumur.

4. Buah apel

Mengkonsumsi buah apel tanpa dikupas kulitnya juga akan membantu membersihkan gigi dari karang gigi. Selain manfaat dari kandungan gizinya, sekaligus menjaga gigi dari plak. Tentu saja ini mesti kita lakukan secara rutin.

5. Batu Merah

Batu merah dihaluskan hingga berbentuk bubuk dan kemudian gosokkan pada bagian gigi yang ingin dibersihkan dari karang. Setelah itu bersihkan dan ulangi hingga tiga kali.

6. Rajin gosok gigi

Rajin gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan pasta gigi/odol yang mencegah plak. Rajin menggosok gigi dengan pasta gigi yang mencegah plak dapat membantu anda membersihkan karang gigi.

7. Minum air putih

Rajin minum air putih yang bersih sambil kumur-kumur. Ketika meminum air putih, sebaiknya sambil berkumur-kumur juga akrena hal tersebut dapat menghilangkan sisa-sisa atau plak yang tertinggal di dalam mulut.

8. Membersihkan sisa makanan

Rajin membersihkan bekas sisa makanan/jigong yang ada di pojok dan sela-sela gigi dengan benang gigi. Benang gigi dapat anda manfaatkan agar sisa makanan tidak tertinggal pada gigi. Sebab hal itulah yang menyebabkan karang gigi terbentuk jika tinggal dalam waktu yang lama.

9. Pembersih Mulut

Rajin kumur-kumur dengan cairan pembersih mulut/dental floss yang bisa mencegah plak karang gigi. Banyak pembersih mulut yang dijual dan bisa Anda gunakan setiap hari.

10. Makan Buah

Rajin makan buah dan atau sayur karena seratnya dapat membantu menghilangkan sisa makanan di gigi dan gusi kita.

Rabu, 22 April 2015

Cara Mudah Menghilangkan Bau Mulut Permanen

Cara Menghilangkan Bau Mulut - Kita sering mengalami masalah dengan bau mulut. Akibatnya sering membuat kita tidak percaya diri untuk berdekatan dengan orang lain. Apalagi pada saat kita dalam acara-acara resmi, tentu kita tidak mau mengalami bau mulut. Lalu bagaimana caranya atasi bau mulut ? Disini akan anda dapatkan tips untuk atasi menghilangkan bau mulut dengan herbal. Memanfaatkan bahan alami tentu akan lebih menyehatkan.

Cara paling mudah untuk menghilangkan bau mulut tentu saja rajin membersihkan gigi, terlebih setelah makan. Sayangnya, kebiasaan ini juga tidak mudah bagi sebagian orang. Padahal, setelah 30 menit tak makan, keasaman mulut akan meningkat karena sisa asam tidak dibersihkan.



Untuk menetralkan bau mulut yang juga akan membuat napas lebih ramah Anda bisa memanfaatkan beberapa ramuan alami berikut ini :


1. Cengkih kurangi peradangan

Dalam jurnal tanaman obat Indonesia tahun 2005 disebutkan bahwa cengkih memiliki kandungan minyak asiri (15-20 persen) dan eugenol (60). Minyak asiri ini dikembangkan oleh beberapa produsen jamu nasional sebagai bahan baku untuk ramuan tolak angin atau sebagai peluruh gas dalam perut atau masalah pencernaan lainnya.

Minyak cengkih mampu memperbaiki fungsi lambung sehingga pencernaan menjadi lebih baik. Selain itu, minyak cengkih diyakini mampu mengurangi peradangan, khususnya yang terjadi pada selaput lendir mulut dan tenggorokan sebagai salah satu pemicu timbulnya bau mulut.

Untuk mendapatkan khasiatnya sebagai obat kumur penangkal bakteri bau mulut, berikut cara meramunya:

Ambil 3-5 bunga cengkih. Seduh dengan air secukupnya lebih kurang 5 menit, lalu dinginkan. Gunakan air ini untuk berkumur.

Cara lain, ambil beberapa butir cengkih kering. Tumbuk sampai hancur, rendam dalam segelas air hangat. Setelah 30 menit, airnya dapat digunakan untuk berkumur.


2. Sirih kaya asiri


Daun sirih dijadikan bahan utama untuk menginang karena dianggap dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka kecil di mulut, menghilangkan bau mulut, dan menghentikan perdarahan gusi. Tradisi masyarakat itu menggelitik para ilmuwan untuk membuktikan khasiat daun sirih secara klinis.

Dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) terungkap, minyak asiri dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar.

Cara meramu: Cuci bersih beberapa lembar daun sirih lalu direbus dengan 1,5 gelas air. Setelah dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi.

Ambil 10-15 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih, rebus dengan 400 cc (dua gelas air) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Selagi hangat, gunakan air untuk berkumur-kumur setelah makan.

3. Kayu manis samarkan bau mulut

Kayu manis merupakan rempah-rempah berbentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa masakan atau kue. Selain itu, herbal ini juga dikenal memiliki berbagai khasiat, termasuk mengurangi bau tak sedap yang keluar dari mulut saat berpuasa.

Berkat khasiatnya itu, kayu manis dikembangkan sebagai bahan campuran permen karet, industri jamu, dan produk kecantikan. Sifat kimia kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Kandungan zat kimianya antara lain minyak asiri, safrole, tanin, sinamadehide, eugenol.

Riset terbaru di Amerika Serikat menunjukkan, penggunaan kayu manis dalam permen karet dapat mengatasi masalah bau mulut. Rupanya kayu manis tidak hanya mampu menyamarkan aroma yang tak sedap, tetapi juga mengandung zat yang dapat menurunkan konsentrasi bakteri di dalam mulut.

Untuk memanfaatkan kayu manis sebagai obat kumur penghilang bakteri penyebab bau, cukup mudah. Rebus dua batang kayu manis dengan air secukupnya hingga mendidih. Setelah dingin, airnya dapat digunakan sebagai obat kumur.


4.Kapulaga antibakteri yang sejuk


Di kalangan penggemar herba, kapulaga terkenal sebagai ekspektoran sekaligus antibakteri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rahasia khasiat itu ternyata berasal dari kandungan minyak asiri sineol.

Sineol yang serupa, tetapi tak sama dengan eukaliptol kayu putih, ini lebih pedas. Namun, bila dijadikan obat kumur, maka hasilnya terasa sejuk. Bahkan, bahan ini biasa digunakan untuk membuat pepermin palsu.

Ada dua cara untuk mendapatkan khasiat kapulaga:
  • Untuk pengobatan luar, rebus atau haluskan semua bagian tumbuhan kapulaga. Lalu airnya atau adonan halusnya dibalurkan ke bagian yang sakit.
  • Untuk obat kumur, biji kapulaga ditumbuk lalu direbus dan air saringannya diminum.

Cara lainnya, biji kapulaga direbus dengan air bersih. Setelah masak dan dingin, air rebusan dapat digunakan untuk obat kumur. Berkumurlah setelah gosok gigi, seusai makan tentunya.

Agar mendapatkan khasiatnya secara maksimal, biasanya sebelum digunakan, buah kapulaga disimpan dalam bentuk utuh alias tidak dikupas. Baru ketika hendak digunakan, kupas kulit luarnya kemudian ambil bijinya.

Itulah tips untuk menghilangkan bau mulut dengan herbal. Ramuan-ramuan tersebut akan membuat nafas anda lebih segar. Dan tentunya anda akan lebih percaya diri untuk berdekatan dengan orang lain. Bahan-bahan ramuan tersebut juga mudah ditemukan di pasar.

Selamat mencoba beberapa Cara Mengatasi Bau Mulut diatas dan semoga bermanfaat.